Monday, June 9, 2008

Tekstur Lembut Sate Kelinci Magetan

Mungkin di mana-mana mudah sekali menjumpai sate kelinci. Tapi, terasa beda bila kita memakannya sambil melihat eksotika Telaga Sarangan.

Kelinci, binatang peliharaan lucu ini juga dapat dijadikan menu pengusir lapar kita. Tekstur dagingnya yang lembut dan berwarna putih, serasa nikmat bila dijadikan sate. Rasa daging kelinci mirip dengan ayam.

Kelembutan daging sate kelinci, sangat terasa bila kita mulai di gigitan pertama. Dagingnya yang berwarna putih berubah menjadi warna kecoklatan setelah dibalut dengan bumbu sate seperti biasanya. Disitulah citarasa kelembutan muncul ditambah dengan sedapnya bumbu khas sate kelinci, berupa kacang olahan yang disajikan dengan irisan bawang dan cabai.

Penjual sate kelinci mudah sekali dijumpai di tepian Telaga Sarangan Magetan. Di obyek wisata berhawa dingin itu, menu kuliner yang satu ini dapat dijadikan alternatif pilihan di antara banyaknya menu makanan yang tersaji di sana.

Bahkan, para wisatawan dapat menikmati sate kelinci dengan duduk lesehan beralaskan tikar sambil memandangi keindahan telaga tersebut. Sedangkan, untuk sajian menu minuman yang sangat cocok adalah ronde. Minuman yang kuahnya menggunakan jahe bikin tubuh kita terasa hangat.


Penuh Khasiat

Dibalik kelezatan kelembutan tekstur daging yang ada pada sate kelinci, ternyata tersimpan banyak khasiat bagi tubuh manusia.

Mengenai khasiat sate kelinci, Joni, salah seorang penjual sate kelinci di Telaga Sarangan mengatakan, dapat menjadikan tubuh terasa hangat, dan kolestrol yang terkandung pada daging kelinci sangat rendah. “Selain itu sate kelinci dipercaya mampu meningkatkan stamina tubuh,” tambah wanita asal Ngancar, Sarangan itu. (naskah:m.ridlo’i/foto:wt atmojo)

Thursday, May 29, 2008

Tari Hip-Hop Etha-Dam

Etha-Dam adalah sebuah grup tari beranggotakan penari-penari berpengalaman yang memiliki keinginan sama. Berpikiran terbuka dan satu jiwa. Dipersatukan oleh koreografer Ibrahima Sissoko, mereka memulai karir dengan mengikuti berbagai kompetisi tari hip-hop amatir di Seine Saint-Denis.

Bagaikan kembang api sungguhan, pertunjukan ini memadukan semua berpengaruh bagi perkembangan, mulai dari hip-hop sampai capoeira, dengan mengambil gagasan dari keanekaragaman yang menyatukan seluruh anggota grup ini.

Untuk kunjungan pertamanya ke Indonesia, mereka akan menampilkan pertunjukan terbaru berjudul Aduna, Negeri Petualangan. Pertunjukan ini akan digelar pada 2 Juni di Galeri Balai Pemuda Surabaya mulai pukul 19.00. Dan kedutaan besar Prancis CCCL yang nantinya akan menjadi penyelenggara acara ini. (Ridlo'i)

Saturday, May 24, 2008

Tarian Dewa Istana di Tengah Jerit Jelata


Harga minyak internasional terus meroket ke kisaran USD 117,20 per barel kemarin. Rekor baru itu semakin menekan keuangan negara karena harus menanggung subsidi BBM yang semakin membengkak di APBN.

Imbasnya, mulai pukul 00.00 dini hari, (24/05), pemerintah telah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Dalam harga baru itu, bensin premium naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Solar yang semula Rp 4.300 menjadi Rp 5.500 per liter. Sedangkan minyak tanah juga naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per liter. Kenaikan rata-rata 28,7 persen itu diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Kantor Menko Perekonomian pukul 21.30 malam, (23/05).

Kenaikan tarif BBM kali ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertama pada 1 Maret 2005, yang naik rata-rata 30 persen. Kedua pada 1 Oktober 2005, yang naik di atas 100 persen.

Upaya ini dilakukan setelah harga minyak dunia terus melejit. Harga terakhir mencapai USD 132 per barel. Karena posisi Indonesia net impor, subsidi BBM pun ikut membengkak. Saat ini subsidi BBM di APBNP sebesar Rp 126,8 triliun, dengan bantalan Rp 8,2 triliun. Bila tak ada kenaikan, subsidi BBM akan membengkak menembus Rp 190 triliun.

Tak Kunjung Jelas, apapun maksud dan upaya kebijaksanaan yang dilakukan pemerintah kita saat ini. Pastinya dalam kondisi yang dihadapkan pada kita sebagai warga negara, adalah sebuah kebijakan yang sangat membikin kuasa diri kian menjerit-jerit.

Entah kapan teriak lantang kita terdengar syahdu di telingan para dewa-dewa istana negara, yang kini tengah menari-nari di atas derita kaum jelata. "Jangankan untuk membeli BBM yang telah naik, untuk belanja kebutuhan sehari-hari saja terasa kian mencekik," tutur seorang ibu rumah tangga.

Bahkan di mana-mana telah terjadi gelombang aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pencabutan kembali kebijakan ini. Semua seakan merasakan hal yang sama, bahwa kini berada di negeri yang kunjung jluntrungannya, khususnya berpikir tentang nasib rakyat kecil. (m.ridlo'i)